Jakarta (KABARIN) - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, harga daging ayam dan sapi di beberapa pasar Jakarta Timur mulai mengalami kenaikan.
Ahmad, pedagang ayam di Pasar Kramat Jati, mengatakan kenaikan ini sudah mulai terlihat sejak awal Ramadan dan semakin terasa mendekati Lebaran.
"Dari masuk Ramadhan udah ada kenaikan, tapi makin ke sini perlahan naiknya. Sekarang harga ayam sekitar Rp50 ribu per kilogram, sebelumnya masih Rp45 ribu," ujar Ahmad di Pasar Kramat Jati, Kamis.
Menurut Ahmad, lonjakan harga juga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan karena banyak warga mulai menyiapkan menu berbuka puasa dan hidangan Lebaran.
"Pembeli juga mulai ramai, apalagi kalau sudah mendekati Lebaran biasanya bisa lebih ramai lagi," tambahnya.
Selain itu, pasokan dari distributor ikut berperan menentukan harga. Ahmad menilai jika pasokan tetap stabil, lonjakan harga masih bisa dikendalikan.
Para pedagang memperkirakan harga daging ayam dan sapi masih punya potensi naik beberapa pekan ke depan seiring mendekatnya hari raya.
Hal serupa dikatakan Jaka, pedagang daging sapi di Pasar Jatinegara. Ia menyebut harga sapi saat ini sudah naik dibanding beberapa hari lalu, tapi masih dalam batas wajar.
"Kalau sekarang daging sapi sekitar Rp145 ribu sampai Rp150 ribu per kilogram. Sebelumnya masih Rp130-135 ribuan. Biasanya kalau sudah seminggu sebelum Lebaran bisa naik lagi karena permintaan tinggi," kata Jaka.
Meski harga meningkat, minat beli masyarakat tetap tinggi karena banyak yang menyiapkan kebutuhan rumah tangga atau usaha kuliner menjelang Lebaran.
Menurut Jaka, kenaikan harga bahan pangan jelang hari besar hampir terjadi setiap tahun karena konsumsi meningkat untuk hidangan khas Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan semur daging.
Pedagang memastikan stok daging ayam dan sapi masih tersedia dan berharap pasokan dari distributor tetap lancar agar harga tidak melonjak terlalu tinggi.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan harga bahan pokok menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah masih terkendali.
Usai melakukan Gerakan Bersih Pasar di Jakarta, Budi menyebut pemantauan harga dilakukan rutin melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) di 550 titik pasar di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
"Berdasarkan pantauan kami melalui SP2KP, alhamdulillah harga kebutuhan bahan pokok terkendali, pasokan terjamin, kemudian harga stabil," jelas Budi.
Budi juga menyebut dari pengecekan langsung di Pasar Induk Kramat Jati, masyarakat sudah mulai ramai berbelanja untuk kebutuhan Lebaran.
"Ini menjelang Lebaran, tadi berdasarkan pengecekan di pasar sudah mulai banyak pembeli, pengunjung yang berdatangan atau semakin meningkat ibu atau bapak-bapak yang sedang berbelanja," ujarnya.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026